Setahun sudah tidak membuat catatan ini, benar, malas itu
sudah membungkus berlapis-lapis kehidupan ini, sehingga tak lagi menyadari
komitmen yang telah dibuat. Sekarang perlahan-lahan bungkus itu dibuka satu
persatu. Mudah-mudahan terbuka hinga bebas dan lepas.
Dua bulan sudah resign dari perusahaan itu, ada penyesalan
dan ada kebanggaan. Tapi yang membuat nyesal adalah tidak ada modal untuk
memenuhi kebutuhan ini. Sementara perjalanan hidup masih panjang. Umur saja
hampir genap 25 tahun, tinggal menunggu 5 hari lagi. Ntah.. keajaiban apa yang akan terjadi, atau bukan keajaiban
melainkan sebuah upaya dan niat untuk berubah.
Cerita kehidupan merupakan sebuah misteri yang dibahas dan
dibuka oleh waktu-waktu yang akan berlalu. Tetapi ada sebuah niat ingin
mengetahui terdahulu sebelum waktu yang menjawabnya. Itulah sebuah keserakahan
dan sebuah keegoisan, sehingga hari-hari yang dilalui tidak dinikmati dan tidak
disyukuri. Banyak yang sudah melupakan
hari-harinya dengan memikirkan masa depannya, apa yang akan dinikmatinya pada
masa yang akan datang. Ada yang bekerja keras, ada yang bersantai ria, ada yang
tidak peduli atau apapun aktivitasnya sehingga melupakan hari ini. Ada pepatah
yang mengatakan” rebutlah hari ini”
“carpediem” tidak ada yang mengatakan rebutlah hari esok atau rebutlah
masa depanmu dikarenakan hari inilah yang menentukan hari esok dan hari
depanmu.
Menikmati hidup, menikmati indahnya kekluargaan, menikmati
indahnya pertemanan, dan intinya adalah menikmati kasih.
Ini adalah kisah hari ini yang ada dalam pikiran dan hati
ini. Meskipun dengan noda-noda kemunafikan yang melintas dalam pikiran ini.
Biarlah ini tertulis. Apa yang kutahu, apa yang terlintas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar